Pengikut

waktu solat

Rabu, 16 Januari 2013

cukup 365 hari aku xberayah


Setiba kita di batas masa
Nobat nafiri tiada bernada
Sehelai daun kering berayunan layu
Menanti saat di bawa bayu
Langit mendung hujan pun gerimis
Sayup terdengar sendu dan tangis
Bertitian bisikan kalimah nan suci
Berdoa mudahkan perjalanan
Terakhir ini
Berat mata memandang
Berat lagi tanggungan 
Bebanan perasaan
Kendati pun sejarah
Dosa pahala pastikan di kira
Bagai terasa keresahan di jiwamu
Bagai terdengar suara meruntum kalbu
Tiada walau sesaga di bawa pergi
Tak berharga puja dan puji
Kala jantungmu bagai laut bergelombang
Lemah cengkaman jejarimu di genggaman
Betapa sukar untuk kita menerima
Tiba detik pasti terpisah
Di batas masa


Sebak dihati hanya ALLAH je yang tahu... betape aku kasihkan ayah aku... he's my best friends ever... aku xkan pernah lupe sume jase die... ketika aku dilahirkan,aku xcukup bulan... xpandai bernafas dgn baek... xpandai isap susu... terus dikejarkan ke hospital alor setar... arwah abah aku follow sampai kesane... skrg... umur aku dah nak naek 28 thn... selame 26 thn arwah jaga aku... bela aku... die xpernah mengecewakan aku... tapi selama aku jadi anak die aku selalu kecewakan die... xpandai belajar... xmcm anak2 org... itulah yg amat aku kesali sampai bile2... walau mcm mane pon... aku tetap doakan die sampai ke hujung nyawa aku nanti... satu2nya abah aku dunia dan akhirat... YA ALLAH... kuatkanlah semangat hambaMU yg lemah ini... amin

Ahad, 2 Disember 2012

doa


Setiap manusia dilahirkan mempunyai masalah. Pelbagai persoalan muncul di depan mata, seakan tiada habisnya. Lebih daripada itu, masalah itu semakin menenggelamkan manusia pada penderitaan yang tidak berkesudahan.
Ramai di antara mereka yang berputus asa. Perintah solat mula ditinggalkan, bersedekah apatah lagi. Bahkan ironinya, ada yang pergi ke tok bomoh, mencuri, menjual diri dan pelbagai bentuk kejahatan lain yang dianggap sebagai solusi untuk menyelesaikan krisis yang melanda diri mereka.
Hidup pun tiada terasa indahnya lagi. Lihat ke kanan masalah, ke kiri masalah, atas dan bawah pun masalah yang seakan-akan datang menghimpit seluruh jiwa dan raga.
Lalu apa yang patut kita lakukan ketika ini? Adakah kita hanya bersembunyi di balik masalah ini? Menjerumuskan diri pada bentuk maksiat yang menjanjikan keuntungan besar dalam masa singkat? Minum minuman keras yang dapat melupakan masalah kita dalam masa sementara? Atau bunuh diri agar masalah yang dihadapi selesai setelah kita mati?
Semua perkara di atas amat mudah terlintas dalam fikiran manusia kerana pada prinsipnya manusia sangat mudah berputus asa. Alangkah meruginya kita kalau fikiran-fikiran seumpama ini kita ikuti.
Koreksi Diri Sentiasa
Di saat manusia ditimpa pelbagai musibah dan masalah, tindakan bijak yang perlu kita lakukan adalah memuhasabah hubungan kita dengan Allah swt. Salah satu bentuk komunikasi yang perlu kita lakukan adalah berdoa.
Doa hakikatnya adalah penuntun kita untuk melakukan perubahan diri. Hidup kita bukanlah sestatis laut mati. Ia sentiasa bergerak dan berubah dari masa ke semasa. Banyak cabaran yang perlu kita hadapi setiap hari. Melalui musibah inilah, Allah akan melihat siapa hamba-Nya yang sebenarnya. Siapakah hamba-Nya yang bagus kualiti peribadinya? Siapakah hamba-Nya yang mahu melakukan perubahan? Dan perubahan inilah yang menjadi esensi dari doa yang kita panjatkan.
Ibnu Ata'illah menukilkan sesuatu yang amat berharga dalam kitabnya al-Hikam :
"Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tidak merubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta dan banyak berharap kepada Allah swt, tetapi kerana sibuk meminta terkadang membuat kita tidak sempat menilai diri sendiri. Padahal kalau kita meminta dan akibatnya kita merubah diri sendiri, Allah akan memberikan apa yang kita minta kerana sebenarnya doa itu adalah pengiring agar kita dapat merubah diri kita. Jika kita tidak pernah mahu merubah diri kita menjadi lebih baik, tentu ada yang salah dengan permintaan kita."
Berdoa berjuta sekalipun, kalau kita tidak melakukan perubahan diri, ianya tidak akan berubah kerana sememangnya itulah ketetapan-Nya. Kekuatan seseorang untuk merubah dirinya dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan kejayaan seseorang. Jika hidup selalu ditimpa musibah, hutang tidak pernah terlansaikan, pelajaran pun tidak dapat diikuti dengan baik, jelas itu menunjukkan ada yang tidak kena dengan diri kita.
Adakah semua ini kerana Allah tidak memakbulkan doa kita? Cubalah kita muhasabah diri. Tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang selama ini sebati dengan diri kita. Tingkatkan kualiti dan kuantiti ibadah kita. Jika dulu kita orang yang panas baran, cubalah perbaiki sifat ini dengan mengingat-ingat akibat yang akan berlaku jika kita selalu marah kepada orang lain hatta masalah sekecil manapun.
Firman Allah dalam surah al-Ra'd ayat 11 yang bermaksud:
"Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sehingga dia sendiri yang merubahnya"
Allah sendiri telah menjamin akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya sebagaimana termaktub dalam surah al-Baqarah ayat 186 yang bermaksud :
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
Oleh itu kita kena muhasabah diri. Lihatlah kekurangan yang ada pada diri kita. Jika kita inginkan kejayaan dalam peperiksaan, tapi tidak meningkatkan usaha dalam mengulang kaji pelajaran, jangan salahkan sesiapapun jika kita gagal kelak.
Doa yang kita panjatkan kepada Allah swt ibarat tanaman. Kekuatan kita untuk mahu berubah adalah benihnya. Manakala doa itu sendiri adalah bajanya. Baja akan membuat benih tumbuh, berbuah banyak dan berdaun lebat. Akan tetapi, jika kita hanya menebar baja tanpa sedikitpun benih yang kita tanam, apa yang akan tumbuh?
Jika doa semakin bagus, ini menunjukkan bahawa perubahan telah terjadi dalam diri kita secara perlahan-lahan. Jika kita meminta tiada henti, dalam masa yang sama kita pun bermaksiat, jangan salahkan siapapun kerana doa seperti ini ibarat gema kosong yang hanya memantulkan suara sahaja.
Demikianlah formulanya yang sangat sederhana. Siapapun yang ingin doanya dimakbulkan oleh Allah, jangan perhatikan apa yang kita minta, tetapi perhatikanlah apa yang dapat kita rubah dari diri kita sendiri. Misalnya, hidup kita sentiasa ditimpa masalah, hutang keliling pinggang dan sebelumnya jarang ke masjid dan mengikuti tazkirah agama. Mulailah dari sekarang, jika terlintas dalam fikiran kita
"Takkan lah saya ke masjid supaya Allah langsaikan hutang saya?". Cuba alihkan fikiran seumpama ini
"Mengapa saya harus malu diundang oleh Allah ke rumah-Nya? Mudah-mudahan setelah hutang saya langsai, saya akan lebih rajin lagi ke masjid."
Doa Tidak Dimakbulkan
Kadang kita berburuk sangka dengan Allah tanpa kita menyedarinya. Sudah banyak kali kita berdoa. Tapi mengapa doa kita tidak kunjung dimakbulkan. Tak kan Allah tidak dengar doa kita sedangkan Allah Maha Mendengar. Mungkin ada yang salah dengan doa kita.
Doa kita tidak akan dimakbulkan jika minda kita tidak percaya apa yang kita minta. Doa kita tidak akan dimakbulkan jika hati kita tidak rasa apa yang kita minta. Doa kita tidak akan dimakbulkan jika komitmen kita tidak dijalankan dengan sepenuhnya.
Apa yang kita minta, apa yang kita fikir, apa yang kita rasa, dan apa tindakan yang kita lakukan, disitulah kunci makbul. Itulah sunnatullah. Ada sebab, ada akibatnya.
Jika kita minta dengan jelas, seiring dengan apa yang kita rasa, apa yang kita fikirkan, dan komitmen dengan tindakan yang kita lakukan, ianya akan membuka pintu rezeki atau peluang seperti yang kita kehendaki. Kadang-kadang peluang itu datang daripada sumber yang tidak disangka-sangka.
"Dan dia memberi rezeki kepadanya dari arah yang dia tidak menjangkakan. Dan sesiapa mempercayakan (tawakkal) kepada Allah, Dia akan mencukupnya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah mengadakan ukuran bagi segala sesuatu."
(Surah at-Talaq ayat  2-3)
Teringat pada satu kisah penduduk Basra yang pada masa itu sedang dilanda masalah sosial. Kebetulan mereka didatangi oleh ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Penduduk Basra pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham.
"Wahai Abu Ishak (gelaran Ibrahim bin Adham), Allah berfirman dalam al-Qur'an agar kami berdoa. Kami penduduk Basra sudah bertahun-tahun berdoa, tetapi mengapa doa kami tidak dimakbulkan Allah?".
Ibrahim bin Adham menjawab, "Wahai penduduk Basra, kerana hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. Bagaimana mungkin doa kalian akan dimakbulkan oleh Allah?".
1. Kalian mengakui kekuasaan Allah, tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya.
2. Setiap hari kalian membaca al-Qur'an, tetapi kalian tidak mengamalkan isinya.
3. Kalian selalu mengaku cinta kepada Rasul, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
4. Setiap hari kalian membaca ta'awuz, berlindung kepada Allah dari syaitan yang kalian sebut sebagai musuh, tetapi setiap hari pula kalian memberi makan syaitan dan mengikut langkahnya.
5. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga, tetapi perbuatan kalian justeru bertentangan dengan keinginan itu.
6. Kalian takut masuk neraka, tetapi kalian justeru mencampakkan diri kalian sendiri ke dalamnya.
7. Kalian mengakui bahawa maut adalah satu kepastian, tetapi pada kenyataannya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
8. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya.
9. Setiap saat kalian menikmati kurniaan Allah, tetapi kalian lupa mensyukurinya.
10. Kalian sering menguburkan jenazah saudara kalian, tetapi kalian tidak mengambil pelajaran daripadanya.
"Wahai penduduk Basra, ingatlah sabda Rasulullah saw, "Berdoalah kepada Allah, tetapi kalian harus yakin akan dimakbulkan. Kalian harus tahu bahawa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main".
Usaha Dan Doa
Usaha tanpa doa adalah kesombongan dan doa tanpa usaha adalah kebohongan. Doa dan usaha adalah dua hal yang tidak mungkin dipisahkan. Kita tidak boleh hanya berdoa sahaja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan kita. Kita juga tidak boleh hanya berusaha sahaja tanpa berdoa dan mengabaikan Allah sebagai penentu sama ada usaha kita berjaya atau tidak.
Sesetengah manusia terlalu sombong, tidak mahu berdoa. Seolah-olah ia dapat menghasilkan sesuatu tanpa pertolongan daripada Allah swt.
Sesetengah manusia terlalu sombong, tidak mahu berdoa. Seolah-olah ia dapat beribadah tanpa pertolongan daripada Allah swt.
Sesetengah manusia terlalu sombong, jarang berdoa. Seolah-olah kekuatan manusiawinyalah yang dapat mewujudkan seluruh asanya tanpa pertolongan daripada Allah swt.
Dan rabbmu berfirman yang bermaksud:
"Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina."
(Surah al-Mukmin ayat 60)
Al-Syaukani rahimahullah berkata, "Ayat ini memberikan pengajaran kepada kita bahawa doa adalah ibadah dan bahawa meninggalkan doa kepada Rabb Yang Maha Suci adalah sebuah kesombongan. Tidak ada kesombongan yang lebih buruk daripada kesombongan seperti ini. Bagaimana mungkin seorang hamba dapat berlaku sombong, tidak berdoa kepada Zat yang merupakan Penciptanya, Pemberi rezeki kepadanya, Yang mengadakannya dari tiada dan Pencipta alam semesta ini, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, Yang memberi ganjaran dan Yang memberi balasan. Maka tidak diragukan lagi bahawa kesombongan ini adalah bahagian dari kegilaan dan kekufuran terhadap nikmat Allah swt."
 Dengan berdoa bererti kita merendahkan diri kepada Allah swt. Ia merupakan sesuatu yang paling mulia di sisi Allah SWT dibandingkan yang lainnya. Allah swt sangat suka kepada hamba-Nya yang merendah diri kepada-Nya dan menunjukkan bahawa hanya Allahlah Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Pengatur, Yang Maha Pencipta, tiada sekutu bagi-Nya.
Doa Mendekat Diri Kepada Allah
Allah sentiasa inginkan hamba-Nya dekat dengan-Nya. Pelbagai cara disediakan oleh Allah untuk mendekatkan hamba-Nya dengan-Nya. Antaranya dengan mendatangkan musibah. Tidak ada sedikitpun maksud Allah untuk menzalimi hamba-Nya kerana Maha Suci Dia dari sifat zalim.
Jangan berburuk sangka dengan Allah bahawa setiap musibah yang didatangkan kepada kita menunjukkan Allah sedang marah dan menzalimi kita. Ketika berdoa, yang paling utama adalah bukanlah dimakbulkannya doa kita atau hilangnya derita yang kita alami, tapi adalah meningkatnya kedekatan kita kepada Allah.
Betapa banyak orang yang hidup dengan limpahan harta kekayaan, jawatan yang tinggi, pujian dan penghargaan terus datang mewarnai kehidupannya. Namun semua itu tidak menjanjikan kebahagiaan kepadanya. Itu kerana dia mendapatkannya tanpa doa.
Berbeza halnya dengan orang yang mengenal Allah dalam setiap langkah kehidupannya. Itulah kekayaan yang hakiki.
Jadi hakikat doa adalah bagaimana dengan doa itu kita semakin dekat dengannya. Refleksi dari doa ini nampak pada akhlak yang tercermin dalam kehidupan harian kita yang menjadikan kita lebih baik di masa hadapan.
Ingatlah Allah itu Maha Memberi. Dia tidak lupa untuk memberi. Kita tidak minta diberi makanan, tapi Dia tidak lupa untuk memberi makanan kepada kita. Kita tidak minta diberi pakaian, tapi Dia tidak lupa untuk memberi pakaian kepada kita.
Ibnu Ata'illah menyatakan: "Bukan tujuan utama itu hanya sekadar berdoa. Tapi tujuan yang utama adalah agar engkau mengetahui adab terhadap Tuhanmu."



Rabu, 28 November 2012

titik kelemahan


Seringkali kita mengeluh dan mengadu, mengapa Allah tidak habis-habis menguji kita. Malahan diberi-Nya ujian yang sama setiap kali. Setelah satu, maka datang pula satu lagi masalah. Setelah habis dicuba dengan ujian yang merumitkan, didatangkan pula ujian yang menyesakkan dada.
Sungguh indah perancangan Allah dalam mentarbiyah manusia. Allah yang Maha Mengetahui menguji manusia pada titik-titik kelemahan diri kita. Pada titik-titik yang lemah itulah, bertubi-tubi Allah datangkan ujian kepada hamba-Nya. Di ruang-ruang yang lemah itu Allah datangkan ujian maha berat sehingga manusia merasakan dia tidak lagi terdaya memikulnya.
Allah menciptakan manusia dengan kelemahan, namun Allah tidak membiarkan kita terus menerus hidup dalam kelemahan tersebut. Maka Allah datangkan ujian bertimpa-timpa pada titik kelemahan tersebut sebagai latihan untuk membina sebuah kekuatan. 
Bagaimana?
Seseorang individu yang lemah dalam akademik, maka pada titik akademik itulah Allah mengujinya berkali-kali. Sahabat-sahabat kita ramai yang diuji Allah pada titik akademik. Bukan sekali sahaja mereka diuji, namun berkali-kali. Ada yang mengalami kegagalan dalam 'Continous Assessments' kemudian dalam peperiksaan Akhir musim panas Allah menguji lagi dengan kegagalan walaupun telah berusaha keras.
Ada pula yang dipanggil ke 'Viva' namun masih gagal dan perlu mengharungi ujian musim luruh. Setelah berusaha keras menelaah, masih Allah menguji dengan kegagalan dalam peperiksaan itu sehingga perlu mengulang semula tahun pembelajaran. Malah, ada yang bukan pertama kali perlu mengalami kitaran ujian tersebut, bahkan mungkin pada tahun kedua mahupun tahun ketiga. Di titik akademik itulah Allah berkali-kali datangkan ujian pada mereka agar dengan adanya ujian-ujian itu mereka lebih kuat dan mantap pada sebuah pengharapan. Ya, berharap pada Allah setiap kali ujian datang menjengah.
Seseorang indiviu yang diuji Allah dengan kekurangan harta, maka pada titik harta itulah Allah berterusan mengujinya. Allah uji dengan ketidakcukupan wang dan harta. Allah uji dengan kesempitan rezeki. Allah uji dengan pelbagai masalah yang membutuhkan wang yang banyak.
Seringkali kita tonton drama kehidupan manusia dalam drama-drama di kaca televisyen mahupun layar perak, babak-babak kehidupan manusia yang diuji dengan harta sering dipaparkan. Pelbagai drama ujian melanda seorang yang miskin, diuji dengan kesempitan wang, kemudian diuji pula dengan kehilangan pekerjaan, kemudian diuji pula dengan ahli keluarga yang sakit yang memerlukan belanja besar dan ujian-ujian susulan yang memerlukan wang yang banyak.
Seseorang individu yang lemah dalam perhubungannya sesama manusia, diuji oleh Allah dengan pelbagai masalah melibatkan hubungan sesame manusia. Ada yang diuji dengan penceraian antara suami isteri, ada pula yang diuji dengan pertelingkahan sesame ahli keluarga, ada yang berkelahi anta jiran tetangga ada pula sahabat baik yang diuji dengan perselisihan, dan ada juga yang dikeruhkan hubungan antara pemimpin dengan mereka yang dipimpin. Malah, ada pula pasangan yang bercerai diuji pula dengan hubungan dengan anak-anak yang kian merenggang dan sebagainya. Dititik kelemahan itu Allah datangkan dengan pelbagai ujian yang berat untuk ditanggung manusia.
Seseorang individu yang lemah dalam ketaatan kepada Allah dan terjerumus ke lembah maksiat, maka pada titik maksiat itu Allah mengujinya berulang kali. Allah mengujinya dengan bakaran nafsu yang menyala, dan bisikan syaitan yang menggoda berkali-kali sehingga tewas ke lembah maksiat itu. Adapun, yang cuba bertaubat dan kembali kepada jalan Allah, namun, nafsu dan bisikan syaitan memanggil-manggil untuknya terjun ke lembah maksiat. Maka tiap kali itulah dia tewas dan kembali ingin bertaubat. Namun, Allah datangkan godaan demi godaan sebagai ujian sehingga manusia tewas. Kemudian dia kembali bertaubat, namun, masih lagi Allah mendatangkan kebaikan kepadanya sehingga hamper-hampir sahaja berputus asa dalam kemaksiatan.
Begitu jugalah dengan ujian-ujian Allah dari aspek kelemahan yang lain.  Persoalannya, mengapakah Allah menguji kita berulang-ulang kali pada titik kelemahan yang sama malah bertubi-tubi Allah datangkan ujian sehingga kita hampir berputus asa.
Rasulullah s.a.w bersabda;
"Sekiranya Allah menginginkan kebaikan untuk seseorang itu, Allah akan mengujinya dengan kesusahan"
(Hadis Riwayat al-Bukhari)
Maka, ujian yang Allah datangkan itu sebenarnya adalah untuk memberikan kebaikan kepada kita. Allah sebenarnya ingin memberi kita kekuatan dan menghilangkan dari kita kelemahan-kelemahan tersebut. Maka, Allah menguji kita pada titik yang lemah itu, agar dengan ujian itu, titik lemah itu akan menjadi salah satu kekuatan bagi individu tersebut. Allah ingin mentarbiyah manusia untuk memperbaiki kelemahan diri, maka Allah datangkan cubaan sebagai guru untuk mendidik. Untuk mengubah suatu kelemahan kepada kekuatan, ia memerlukan masa dan konsistensi.
Seperti air bias memecahkan batu setelah sekian lama menghempapnya, begitu jugalah manusia, konsistensi melalui ujian tersebut adalah resipi untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Tidak mudah bukan untuk mengubah kelemahan diri. Bak kata pepatah inggeris " Sometimes we have to learn it the hard way"
Buat mereka yang diuji dengan kegagalan dalam peperiksaan, bergembiralah wahai kalian, kerana melalui ujian itu Allah pasti menginginkan agar kalian mendapat ilmu dan kefahaman. Melalui kegagalan, kalian akan berusaha keras untuk menelaah, bukan sekali tetapi berkali-kali untuk menguatkan ingatan dan kefahaman. Maka, sungguh Allah memberi limpah karunia berupa ilmu dan kefahaman pada kalian,
Sabda Baginda Rasulullah SAW;
"Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, Ia fahamkan kepadanya tentang agama"
(Hadith sahih riwayat Bukhari dan Muslim)
Buat mereka yang diuji dengan harta, maka bertabahlah, kerana pasti Allah menginginkan kebaikan pada kalian. Berbahagialah dengan janji Rasulullah pada kalian bahawa syurga itu menanti kalian sekiranya dengan kemiskinan dan kesusahan itu, kalian bertakwa kepada Allah. 
"Aku melihat ke dalam syurga, maka aku dapat melihat kebanyakan penghuninya adalah terdiri daripada kalangan orang-orang fakir miskin...."
(Hadis riwayat Muttafaqun 'alaih)
Buat mereka yang diuji melalui hubungan dengan manusia, berbahagiahlah kalian, kerana Allah menginginkan kebaikan pada kalian melalui jalan sabar. Pada ujian itu, Allah ingin mendidik kesabaran, menetapkan hati dan mengukuhkan iman, moga dengan sabar itu, pintu syurga terbuka buat kalian.
Firman Allah yang bermaksud;
"... dan Kami jadikan sebahagian dari kamu sebagai ujian dan cubaan bagi sebahagian yang lain, supaya ternyata adakah kamu dapat bersabar.."
(Surah al-Furqan ayat 20)
Buat mereka yang diuji Allah dengan jalan maksiat, maka berusaha keraslah dan bersabarlah mengharunginya. Kerana sungguh pintu-pintu taubat terbuka luas buat kita. Jangan sesekali berputus asa dari rahmat Allah walaupun merasakan tidak terdaya dan lemas dalam dosa-dosa durjana. Kembalilah kepada Allah. Firman Allah,
" Katakanlah (Wahai Muhammad): "Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri(dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana Sesungguhnya Allahmengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani "
(Surah Al-Zumar ayat 53)
Buat umat ini yang diuji Allah, semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menempuhinya dengan tabah dan sabar. Berdoalah. 
"Dan apabila mereka (yang beriman itu) keluar menentang Jalut dan tenteranya, mereka berdoa dengan berkata: " Wahai Tuhan kami! Limpahkanlah sabar kepada kami dan teguhkanlah tapak pendirian kami serta menangkanlah kami terhadap kaum yang kafir"
(Surah al-Baqarah ayat 250)




Sabtu, 20 Oktober 2012

hilang



Selama lama
Harus ku mencari
Igauan ini
Ku gagahi

Ingin berjumpa
Sayang kau tiada
Erti jiwa rasa cinta
Seorang lelaki

Lemas meronta
Mengonjang lara
Menangis kau ku sendiri
Jangan di tanya
Pun kau pun tahu
Mengapa kau bersembunyi

Kau jelmalah engkau
Beraksi rindu
Mimpi-mimpi ku

chorus
Malam di gerbang luka
Mengarak cinta
Suratan resah

Bulan bukannya bintang
Siang hilanglah malam
Gundah bila kau hilang
Resah hilang kau datang

*chorus

Jika kau tiba
Jelanglah sinar
Malam ku yg kesepian
Moga hangatnya rasa asmara kasih hulurkan cintamu

Nilam juga permata
Nilai bukannya intan
Sayang bila kau datang
Senyum hilanglah duka

Ahad, 7 Oktober 2012

melepas le...

aduhhhhhaiiii... mmg xterkate... dunia seolah2 terhenti... rase mcm nk pitam... aku mimpi ke ape ni... tapi itulah hakikat... gadis jelite seperti die mane mgkn lame sgt die single... tup2 dpt jemputan makan2 lepas solat hari raya korban 26 nnt... mmg betul la... raye korban pon kan... korban hati lg... hahahaha! "majlis makan2 tu nnt kire merangkap majlis pertunang sy lah tu nnt... insya-ALLAH kalau diizinkan ALLAH... amin..." ape bende tah aku? die pon tak pk sejauh yg aku pk pon... lg pon bakal tunang die pon nyenye die sendiri... sepatutnye aku xperlu ade rase itu lansung... lumrah kejadian manusia... aku lelaki,die perempuan... cinta... sama ade berbalas atau sebaliknye... asam garam dalam kehidupan pon kannnn... kenape aku perlu rase kecewa? kenape aku perlu rase pening? kenape tibe2 aku rase nk pitam aritu? kenape3x? tahle... aku sendiri pon tapaham...

die sgt baek bg aku... die tahu aku suke die tahu aku cinta... tp die menolak aku dgn cara yg amat berhemah... die anggap aku sbg bestfriends die... aku patot rase syukur dan berbesar hati jd kawan baek die... haihhhhhh... napela aku ni cepat sgt jatuh hati? lemah betul nampok awek jelite mcm die... mmg rezeki brader tu la... mmg same cantik same padan... kenape perlu nk mengganggu? sepatutnye aku kene doakan kebahagiaan mereka... bukan jd bingai mcm ni kot? hahaha... tahla... sape2 pon... kalau terpandang pasti cair mcm lilin yg dibakar... tp itulah... kejadian manusia... semuanya kuasa YANG MAHA ESA... ade sbb ALLAH jmpkan aku ngan die... die pon pernah nasihat ke aku utk teruskan hidup mase aku down sbb ex aku dulu... patutnye kene berterima kasih dgn die...

huuuuu... walau cane pon... hampa dan kecewa tu pon mainan percintaan... kalau kite dah sedia untuk menyayangi seseorang,kita pon kenelah sedia untuk kehilangan die... itulah faktanya... patutnye sebelum aku minat ke die dulu aku kene cermin dulu diri sendiri layak ke x? perghhhh! kalaula dpt patah balik zaman poli dulu... aku xpandang ex aku... aku g carik die nih... tacle sampai dapat! hahahaha! apekan daya... itu hanyalah ilusi... c'mon snake! wake up man! she's not yours... bersyukur la die pk aku ni kwn die... sampai bile2 aku akan kenang wanita sejelita die... adatla ciptaan manusia kan? doakan die... itu yg patut aku buat... time aku naek mahkamah... satu2nye kawan yang sanggup doakan aku kalau bukan die sape lg? ade kwn2 aku yg laen nk doakan aku? kalau ade pon xmungkin same mcm die doa ke aku? pergh! mmg untungla brader tuh... terima saje hakikat... huhuhu... should i say "melepas le..."??? nope! i supposed to say ALHAMDULILLAH... BARAKALLAH...

buat die,maafkan sy... sy bkn kwn awk yg baek... tp sentiase berusaha berubah untuk menjadi yg lebih baek drp semlm... awk segalanya bagi sy... awk nasihat sy... kuatkan semangat sy... mmg xsangke ade kawan sebaek awk... semoga awak bahagia kekal hingga ke akhir nyawa nanti... sy akan pastikan start tarikh awk bertunang nnt akan berakhir dijinjang perkahwinan nnt... sy akan sentiase ingatkan awk solat2 sunat... supaya semuanya selamat sampai ke perkahwinan awak nnt... xde gangguan dan tiada perkara2 yg xdiingini berlaku... same2lah kite sujud bermunajat kpd ILLAHI... demi meraih cinta,kasih dan rahmat drp DIA sehingga di akhirat nanti... perkahwinan ni satu perkara yang wajib... ianya juga sunah Rasul junjungan kite MUHAMMAD S.A.W... menghalalkan ape yang haram... sy harap bakal suami awk jaga awk sebaek mungkin... sy sentiase doakan awk... sy akan ingat semuanya tentang awk... terima kasih atas segalanya... congrats... ikhlas dari sy... sy banga jd kawan awk... awk sgt baek... harap kite kekal kawan sampai bile2... amin...

nukilan untuk insan bernama ain


"YA ALLAH... aku harap tiada dosa segala rase aku terhadap die... die terlalu baek... aku kagumi die YA ALLAH... bahagiakanlah die... perkenankan segala doanye... bahagia die bahagia aku jua... amin"





Sabtu, 8 September 2012

rindu tak terkata

haihhhhhhh... rindu sgt2 kat abah... rindu yg xterkate... tiap2 minggu xpernah lupe nk ziarah kubo die... aku duduk aku tafakur... rindu sgt2... ALLAHUAKHBAR...
tiap2 hari aku xpernah lupe doakan die... xpernah jemu... mmg aku still sedih lg ttg die... nangis dalam solat aku doakan die... rindu abah sgt2...
semoga arwah abah tenang disane... 
~Al-Fatihah~

Jumaat, 31 Ogos 2012

muhasabah

edcoustic-muhasabah cintaku
1 ramadhan dah pon berlalu... 1 syawal pon dah berlalu... mmg pedih ar raye thn ni... tp alhamdulillah... walau rindu ibarat ombak menghempas pantai tp hati aku tetap teguh... akal aku masih waras... itulah tanda kekuatan iman... sedih tu mmg xdpt nk dinafikan ar... ingatlah ALLAH walau dimana kite berade... ingatlah ALLAH walau ape pun kite buat... nescaya ALLAH pasti ingat kite setiap waktu... maka kite perlu bersyukur sbb kite masih lg bernafas... tubuh badan cukup sifat... kene muhasabah diri dan bersyukur dgn ape yg ALLAH kurniakan... kalau kite fikir yg kite ni bernasib malang... ingatlah,ade orang lebih malang nasibnye berbanding kite... bile ALLAH uji maknanye ALLAH sayangkan kite... DIA nk tgk sejauh mane keimanan dan ketaqwaan kite... kite sbg manusia xpernah perfect... tp kite kene usaha utk jadi yg terbaek... itulah gunenye iman... kalau kite cakap kite ni perfect tu bermakna kite bangge diri... riak... mendatangkan murka nnt? seksaan api nerake tu teramatlah dahsyat... setiap manusia pasti akan dihitung walau dose dan pahala sebesar zarah sekali pon... ape pon xkan dpt lepas...  "YA ALLAH... jadikanlah kubur ayah ku seperti taman2 syurgaMU YA RABB... dan jangalah KAU jadikan kubur ayahku seperti api nerakaMU YA ALLAH... luaskanlah kuburnye... janganlah KAU sempitkan kuburnye... terangilah kuburnye janganlah KAU gelapkan kuburnye... amin" itulah doa yg sentiase bermain2 difikiran aku... xpernah lepas dari setiap solat aku... walaupun solatku belum sempurna,tapi aku tetap kene usaha utk menjadi yg terbaek... walau ape pun,aku harap ALLAH sentiase terime setiap amalan aku... haihhhhhh... kadang2 aku ni seolah2 xpernah takot dgn ALLAH... ckp yg bukan2,tgk bukan2,buat mende yg bukan2 n mcm2 la... (yang aku rasela) sampai satu mase aku jadi takot nk jmpe hari esok... sempat ke aku ni bertaubat? cukup ke amalan aku? berape byk pahale je yg aku dpt? sebesar mane pulak dose2 aku? uishhhh! tak terjangkau difikiran aku... itulah gunenye muhasabah diri... hitung... setiap mlm sebelum tido,fikir sejenak... ape yg aku dah buat sepanjang arini? semoga ALLAH merahmati kite semua... yang baek semua datang dari ALLAH... yg buruk semua diri kite sendiri... sabar dan ikhlas itu ISLAM! usaha! utk jadi lebih baek drp semalam! amin...  p/s : cari mase dgr ceramah ustaz kazim kat youtube... semoga bertambah2 ilmu...